Postingan

Menampilkan postingan dengan label taujih

Taujih kematian

Bismillah.... Syuro pagi ini dimulai dengan tilawah surah An Naba - An Naziat.. bergetar rasanya menyimak lantunannya, apalagi mentadaburi maknanya... Allah, seminggu ini.. ada yang salah dalam ruhiyahku, Allah..seminggu ini : ada kosong yang harus segera diperbaiki... Allah..aku terpikir dia lagi. Ya, dia : kematian. Hanya bisa berharap.. Jika aku mati besok, maka jangan biarkan aku mati dalam hutang-hutang amanah yang belum selesai... Jika aku mati besok, akan seperti apakah namaku dikenal? Apa mereka akan menangisi kepergianku? Atau sudikah mereka memenuhi jalan mengantarkan dan mendo'akan jenasahku? Binaanku, anak muridku, sahabat-sahabatku ? apa yang akan mereka kenang dariku? Ibu bapakku? apa kematianku akan menambah beban mereka? Dan aku semakin takut, dan teringat oleh tugas-tugas yang belum selesai.. oleh 27 juz yang belum tuntas dihapalkan.. oleh ribuan janji yang mungkin pernah kuucap dan masih lalai untuk ditunaikan.. dan jika aku mati besok.. jangan sampai kematianku m...

Karena Permata Itu Dicari, Ukhti!

Entah kenapa, akhir-akhir ini tampaknya bahasan ini mendominasi. Bagaimana kemuliaan wanita itu teraih dengan ‘melawan arus’ kebanyakan orang, saat semua orang berlomba-lomba menarik perhatian dengan menunjukkan keindahannya, seorang muslimah sejati menutupinya. Ketika kebanyakan muslimah sibuk dengan model jilbab terbaru, ia menjulurkan jilbabnya semakin panjang. Ketika mata kebanyakan wanita terpaut pada manisnya pria-pria korea, ia menundukkan pandangannya (loh? Hehe). Tidak salah. Jilbab, penampilan, tingkahlaku, hanya sedikit dari banyak factor penilaian kemuliaan seorang muslimah. Maka siapkah, calon bidadari-bidadari surga ini, melawan arus yang satu ini? Suatu ketika seorang akhwat masuk ke sebuah kampus, dalam waktu yang tidak lama ia segeram menjadi perbincangan seluruh aktivis kampus, termasuk di kalangan ikhwan. Karena apa? Ia adalah seorang akhwat yang memiliki wajah yang bisa dikatakan tidak terlalu mempesona kalau hanya melihat sekilas, ta...

Jika Merasa Takut...Pejamkan Mata Saja..

Allah..terkadang menjadi manusia itu lucu sekali ya? Terkadang bingung... terkadang begitu banyak bimbang.. terkadang rasanya penat.. terkadang rasanya takut... meski harus diakui ada sepotong cinta yang terukir manis.. di sela-sela kebencian, diujung-ujung kepenatan... Kadang akal ini lemah.. dan bukan hanya lemah.. bahkan memang tidak mampu membaca takdirMu.. begitu banyak rahasia.. Jangankan memikirkan apa yang akan terjadi kelak di Yaumul Akhir... memikirkan hari esok saja, terkadang rasanya berat.. Berat, karena teringat tumpukan pekerjaan yang belum selesai, utang uang atau janji yang belum terbayarkan... tentang cita-cita... atau realita yang tidak sesuai dengan kenyataan... tentang ketidakpuasaan.. masalah baik yang kecil maupun besar.. tentang takut, bagaimana jika begini..bagaimana jika begitu... apa jadinya aku tanpa ini..apa jadinya aku bila begini... tentang harap, aku ingin...aku tidak...sebenarnya aku..andai saja aku .. Itu saja, berputar-puta...

Arti Hidup Kita Dalam 7 Hari ^^

Hari adalah sebuah unit waktu yang diperlukan bumi untuk berrotasi pada porosnya sendiri. Satu hari terdiri dari siang dan malam. Semua orang pasti punya tujuh hari dalam seminggu. Tapi berapa harikah yang dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat. Senin adalah singkatan dari “Semangat nan indah” Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main PlayStation lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nu...

Alhamdulillah..bukan AKHWAT Idola Ikhwan..

http://penulishati.multiply.com/journal/item/263/263 Cerita tentang seorang akhwat di negeri antah berantah yang tetap mentah (udah ga matang, ga ketahuan lagi..) tentang sosok akhwat idaman… Eittss….ilustrasi dikit ya… Ukhti M, sosok akhwat manis, aktivitasnya juga ga pernah habis, suka puasa senin kamis, apalagi kalo kantong lagi tipis, di wajhah manapun selalu ditempatkan pada amanah yang strategis! Dan karena itulah banyak menarik simpati ikhwan mulai yang punya jenggot tipis sampe yang dagunya mulus klimis alias kagak tumbuh jenggot sama sekali. Yeah…ukhti M memang akhwat idola mulai dari kampus sampai diluar kampus, tapi Alhamdulillah ukhti satu ini masih bisa jaga hijab dengan sangat baik, meski kadang berkelebat dalam hati sebuah kebanggaan bahwa ia bisa menjadi idola para ikhwan dan semua orang. Lain ukhti M, lain pula ukhti X. Dia sosok biasa, legowo nerima amanah dimana saja yang penting mampu dikerjakannya. Urusan cantik jangan ditanya, k...

Menjaga Sholat Itu..

Menjaga Sholat itu.. seperti kita membawa sebuah ember.. seseorang menyuruh kita mengisi sebuah ember...penuh, dengan air. lalu katanya...antarkan ember itu dari sini, sampai jalanan depan.. kita pun mengisinya.. penuh... Namun, kita lupa...ember kita itu ternyata banyak bolongnya.. retak disana sini..berlubang..walau hanya kecil-kecil.. tapi tetap saja kita mengisinya..kemudian, ember penuh air itu kita angkat...sampai ke jalanan depan... Apa yang terjadi kemudian, duhai saudaraku? Apa yang terjadi ketika ember itu tiba di tempat tujuan? Adakah masih : penuh airnya? atau berkurang...ataukah lebih parah lagi? habis...kosong melompong...dengan atau tanpa kita sadari.. Begitulah amalan sholat kita.. mereka yang tidak menjaga sholatnya. yang 5 waktunya masih suka bolong-bolong... kelak akan datang bersama "Seember" amal kebaikan yang telah dikumpulkannya selama di dunia.. ketika hamba itu menunjukkan pada Sang Pemilik Mizan.. amal kebaikan yang tadinya bany...

tentang ISTIQOMAH

Istiqomah itu BERAT..tapi lebih berat lagi menanggung DOSA akibat MAKSIAT yang kita lakukan..  Lalu kemudian : aku teringat sebuah taujih : Istiqomah , yaitu kokoh dalam dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Begitu pentingnya Istiqomah ini sampai Nabi Muhammad SAW  berpesan kepada seseorang seperti dalam hadits berikut: Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku telah berkata, “wahai rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau. Nabi menjawab,”katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah”. Orang yang istiqomah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada tantangan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halam, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. Ora...

Binaan itu seperti peniti

Binaan itu seperti peniti.. Apa jadinya pakai jilbab tanpa pakai peniti? Ga enak, risih, ga rapi, ga sempurna hijabnya... Bertanyalah pada mereka penggemar jilbab segi empat betapa berartinya sebuah peniti.. bayangkan saja : jika tidak ada peniti.. bagaimana bisa sebuah kain segi empat menjadi penutup aurat yang sempurna... tanyakan pada mereka, bagaimana tidak nyamannya.. jika tiba-tiba peniti-peniti itu lepas, atau hilang entah kemana.. karena salah pasang, lupa menaruh, atau usianya yang sudah tua... sehingga kaitannya tidak lagi mengait sempurna.. Untuk sebuah jilbab "minimal" saja.. terkadang kita butuh minimal 3 peniti, bahkan lebih.. semakin banyak peniti yang digunakan..semakin rapi jilbabnya.. bahkan banyak dari kita tak jarang menyediakan peniti cadangan.. sebagai senjata rahasia..suatu saat bisa saja berguna... Peniti zaman sekarang..bermacam-macam modelnya... ada yang kecil mungil, ada yang besar sederhana.. ada yang biasa...

Teman Terbaik itu..

Bismillah... Teman terbaik di kala sepi itu, adalah buku tempatmu bertanya banyak tentang ilmu, yang sabar dan tekun mengajari segala sesuatu yang selalu bisa memberi tau, tanpa terkesan sok tau.. Teman terbaik di kala susah itu, adalah Qur'an... yang indahnya mengalun, menembus ruang-ruang hati terdalam.. yang menjadi petunjuk dan penyejuk hati-hati yang bimbang ia bukan syair ,ia bukan sihir, tapi ia adalah Kalam mulia bagi semesta alam.. Teman terbaik di kala kesal itu, adalah jalan... jalan-jalan sepi, berliku, berbukit... lalu engkau lewati dengan motor, sepeda atau kaki-kaki yang marah.. dengan tafakkur, menyusuri tiap jejaknya hingga puas pada penghujungnnya.. Teman terbaik di kala lelah itu, adalah puisi.. tempatmu merangkai kata, ekpresi serta cerita diskusi satu arah yang mengalir begitu saja dan biarkan mereka menyukainya, tanpa tau jalan cerita sebenarnya Teman terbaik di kala pusing itu, adalah es krim yang sejuk, dingin dan harus ...

Aku rindu........

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan … Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan … Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan … Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan … Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan, hujatan dan obyekan…. Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzon atau menjatuhkan … Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini … Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba manjadi lagu kebangsaan… Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian … Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan uang yang cukup2 dan peta tak jelas … Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam buta se...

Bila engkau.....Bagaimanapun...

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih; tapi bagaimanapun, berbaikhatilah. Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah. Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; tapi bagaimanapun, berbahagialah. Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa  teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; tapi bagaimanapun, jadilah sukses. Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya  dalam semalam; tapi bagaimanapun, bangunlah. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang; tapi bagaimanapun, berbuat baiklah. Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu. pada akhirnya, engkau akan  tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu, Bukan urusan antara engkau dengan mereka. @SMS taujih dari sahabat, si ahli silaturahim, yang ahad ini, insya allah akan mengg...

Ukhti, Waspadalah

Bismillah.. Diambil dari sebuah blog :) === Mahasiswa semester awal, maupun yang sedang sibuk skripsi. Baru niup lilin sweet seventeen maupun yang sudah ditanya ‘kapan menikah?’. Suatu saat pasti mengalami masalah ini; saat seorang ikhwan, atau setengah ikhwan, atau seperempat ikhwan, hanif, cowok biasa, cowok metal, atau cowok sinting tiba-tiba bersikap berbeda dan membuatmu bingung. Ada rasa tidak suka bahkan muak, tapi tak pantas diperlihatkan. Ada penolakan secara halus, tapi dia nggak ngerti-ngerti. Ada jalan lurus penuh rahmat Allah, tapi sungguh… ini godaan yang berat ketika dia didepan mata. Saya tidak mengajari bagaimana mengelola hati, karena saya sendiri masih pontang-panting. Meski akhir-akhir ini sobat saya dan saya agak terheran-heran dengan ‘beku’nya hati saya. Mungkin karena saya sangat menikmati pekerjaan saya saat ini. Mungkin juga karena saya punya idealisme yang mengalahkan perasaan lain. Saya Cuma berbagi cerita dan pengalaman dari teman-teman yang ...

Masih tentang : AMANAH

Lingkaran cintaku kali ini kembali membahas mengenai amanah, dibawakan apik oleh sahabat qurani sekaligus  Amanah sesungguhnya merupakan proses pembelajaran. Dalam surah At Taubah : 105 dijelaskan bahwa Hai orang-orang beriman, bekerjalah kamu maka Allah, Rasul, dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu. Sikap terbaik dalam menerima sebuah amanah : 1.     Mengerjakan dengan sebaik-baiknya 2.     Bersiap siagalah dan kuatkanlah kesabaran dalam menopang suatu amanah 3.     Membantu diri dan saudaranya dalam mengerjakan amanah. Amanah merupakan salahsatu rahasia Allah. Terkadang kita tidak boleh bersikap santai ketika suatu amanah sudah selesai dikerjakan. Karena bisa jadi setelah amanah ini, Allah akan memberikan lagi amanah lain, siap ataupun tidak siap. Tetapi yakinlah tidak mungkin Allah memberikan sesuatu amanah yang diluar dari kemampuan hambaNya. Dia Allah yang Maha   Mengetahui, bat...

PENYEBAB REZEKI TERHAMBAT

Jika engkau menunda sholatmu, maka Allah akan menunda rezekimu, menunda dilapangkannya urusanmu, menunda dikabulkannya do’amu, bahkan menunda datangnya jodohmu!. Sebuah status facebook yang sangat menarik bukan? Selaras dengan taujih yang kuterima sore ini, dimana lagi jika bukan di lingkaran cinta mingguan. Disimak bareng yuk...ternyata inilah penyebab rezeki kita bisa terhambat : 1.     Akibat Dosa Dosa yang kita perbuat kerapkali dapat menjadi alasan Allah menunda atau menghambat rezeki yang ia berikan. Dosa tersebut bisa berbentuk penundaan kita dalam melakukan suatu amal perbuatan, kesengajaan kita berbuat maksiat walaupun   itu hanya kecil, niat kita yang tidak lurus, atau berbentuk dosa-dosa kecil lainnya yang luput dari penglihatan, pendengaran, dan prasangka manusia. Dosa apasajakah itu, hanya manusia pelaku dosa dan Allah SWT yang mengetahuinya. Sebuah kata mutiara dari ulama terkenal : Janganlah engkau memandang kec...

Trik Nabi Menghindari Maksiat

Nabi s.a.w berahlaq mulia, tidak hanya pandai memanaj perutnya dengan banyak berpuasa. Beliau juga mampu mengatur mripate (kedua matanya ) dari pandangan maksiat. Sesekali Nabi mengingatkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga mata dengan cara Ghodul Bashar . Dengan kata lain, kita dituntut mampu mengendalikan mata dari pandangan-pandangan nakal (maksiat) yang bisa menganggu kejernihan hati dan jiwa serta kecerdasan intelekktual (fikiran). Ghodul Bashar (menjaga pandangan), ini berlaku untuk kaum lelaki dan wanita, bukan hanya bagi kaum lelaki. Berdasarkan keterangan Nabi, beliau pernah kedatangan seorang sahabat yang bernama Umi Maktum yang buta. Ketika Umi Maktum hendak memasuki daleme (rumah) Kanjeng Nabi, siti Aisah minta izin kepada baginda Nabi untuk menemuinya. Ternyata pada waktu itu Nabi tidak mengizinkanya, dengan alasan; walaupun Um...