Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhat

Sarapan itu wajib

Gambar
Kata nabi, makan itu cukup menegakkan tulang punggung. Kalau aku.. Sarapan mah wajib. Ga makan nasi itu namanya ga sarapan. Padahal subuh sudah minum energen plus 4 sendok instan quaker oat. Tetap aja ga kuat. Nasi.  Abon saja cukup, alhamdulilah. Lebih mantap lagi kalau ada kurma plus timun. Mungkin aku yg ga kuat Diluar sana mungkin ada ibu yang kuat menahan lapar demi anak nya.. Lha aku.. justru demi anak2 aku harus banyak makan.. Umminya hanif 3th 9 bulan dan khodijah 10 bulan

SMS Cinta

Bismillah.. Alhamdulillah, sampai detik ini, aku masih memegang teguh prinsip cinta itu universal. Karenanya bicara cinta tidak sebatas hubungan romantis antara laki-laki dan perempuan. Cinta jauh lebih luas dibandingkan itu. Selalu ada cinta yang bisa kita bagi dan upayakan. Dakwah itu adalah cinta. Cinta adalah kerinduan hamba pada RabbNya, bahkan bagian dari penghambaan kepadaNya. Cinta adalah energi kebaikan, dan bahkan Dia menciptakan semesta alam ini karena cinta. Cinta adalah itsar. Cinta berarti membiarkan seseorang bahagia, dengan atau pun tanpa kita. Cinta menjaga, merawat tidak menyakiti. Cinta itu peduli dan tidak egois. Kata Tere Liye, cinta seperti hantu, atau cinta itu seperti telur. Ah, cinta sangat indah dan tiada habisnya kosakata jika digunakan untuk mendeskripsikan cinta. Dan kali ini, postingan tentang SMS cinta adalah beberapa SMS terbaik yang kusimpan dalam memori HP ku. SMS spesial dari saudari-saudari special. Dalam  seminggu mungkin ada minimal 1 kali SM...

Intermezzo : Remove

Sekedar intermezzo .. Pada suatu hari di negeri facebook (Setelah melewati muhasabah yang panjang) A :  Bismillah.. this is gonna be the END.. (tekan tombol Unfriend) Beberapa  waktu kemudian, akun B melakukan login.. B : Nggg.. (Seperti ada yang berbeda, sembari lihat home)      (Search friend : nama akun A) B : Eh, di remove (deg!) Kata hati Akun A di seberang sana : A : Alhamdulillah , aman... Kata hati Akun B di seberang yang lain : B : Me- remove -ku saja tidak cukup. Jika engkau bisa, remove namamu dari hatiku. #Eaa... #Dont try this at home     (Beberapa minggu berselang, Setelah melewati muhasabah yang panjang) B : Begini ternyata lebih baik      (Happy ending full barokah :) ) #sekedar fiksi, tetapi waspadalah sering terjadi di dunia nyata & maya #terimakasih sangat, buat mereka yang sudah menggunakan fasilitas remove dengan baik dan benar #mari bangun kembali hijab di dunia nyata dan dunia ma...

Selalu saja ada...

Bismillah.. Kita manusia,  asli, dengan segala fitrah kemanusiaannya.. Itulah mengapa, selalu saja kita tak sempurna... Hidup penuh lalai dan alpa... Banyak lupa... Tugas kita banyak... menjadi abdi dengan segala kewajiban pengabdiannya.. tertatih-tatih bergerak dari takut, harap, menuju cinta.. demi satu tujuan utama, mendapatkan ridhoNya.. tugas kita banyak... menjadi khalifah.. menjadi qiyadah dan jundiyah... mengupayakan yang terbaik dalam  setiap amanah... tapi, tetap saja kita manusia, yang tak sempurna.. meski tuntutan itu selalu  ada... mengejar-ngejar kita, dari semua lini, semua sisi,,, berteriak-teriak memanggil : hei, hei! karenanya selalu saja ada... yang harus dikorbankan... sebagai ujian, mana kah yang lebih kita prioritaskan? semoga saja, telah berhasil memilih pilihan terbaik menurutNya.. Wallahu a'lam bishowab.. baitijannati,,

Aku Ingin

Bismillah... ukhti aku ingin.. mengarungi jalannya juang bersamamu.. ukhti aku ingin...kau gandeng tanganku menuju tangga-tangga surga itu.. ukhti aku ingin...meniru pengorbananmu..dengan segala  harubirunya.. ukhti aku ingin...bersamamu, berdiskusi, belajar, saling menjaga.. ukhti aku...aku... aku rasa, aku tak puas.. hanya sekedar membaca kisah dalam blogmu, hanya sekedar menyimpan puisimu, membaca berulang taujihmu, menyimpan email balasanmu yang selalu saya berhasil membuatku : bersemangat! ukhti..aku..aku... aku rindu..seperti rindu bumi pada hujan.. seperti rindunya bulan pada bintang... seperti rindunya angin bertemu, berhembus, pada daun-daun nyiur di pinggir pantai... ukhti, betapa inginku.. mengejar amalmu yang semakin jauh.. meniru amalmu, amal yang dicintaiNya.. ingin sepertimu, bidadari bumi, pemilik mahkota kemuliaan.. ukhti...aku berdoa semoga bisa istiqomah sepertimu! aku mencintaimu, sungguh! karena mengenangmu, mengingatmu.. selalu menginga...

Finally, after 12 years

Bismillah... Berawal dari sebuah SMS di malam hari : "Mba ika ikut, ya". Wew, berdegup jantungku lebih cepat. Hmm..boleh juga... pikirku, malam itu. Setelah coba lobi-lobi dan mencocokkan waktu, akhirnya ijin berangkat didapat juga Well , setengah tak menyangka? Beneran kah, aku...? Esoknya, memang sengaja tidak hadir tepat waktu mengulur waktu, mencari alasan.. akhirnya tetap saja ketika tak jua ku temukan.. tiada pilihan, selain tetap memulai perjalanan.. perjalanan panjang, sendirian, lebih jauh dari rute sebelumnya.. tempat asing, tak dikenal, sembari hati dan logika masih saja saling bertanya "Apa iya kamu benar-benar akan kesini?" "Bagaimana kalau kita pulang saja, sudah siang.." Syukurlah, laju kendaran tak terhenti.. tetap saja membawaku lebih dekat, menuju tempat ditagihnya janji Tiada pilihan, yang dijanjikan telah terbentang indah di hadapan.. mau kembali ke belakang? mau berlalu pulang? bisa saja.. tapi mau menghindar sam...

Anak-anak (Mereka Selalu Tau)

Bismillah... Anak-anak... mereka selalu saja tau... cara terbaik membuat kelas mereka berantakan, cara paling praktis di seluruh alam : meletakkan barang sembarangan! mereka juga sering mahir melupakan sesuatu, atau mungkin berlagak lupa sesuatu.. meski terkadang memang benar-benar tidak tau... atau tidak menyadari kalau dia tidak tau.. lebih parah lagi, jika mereka enggan mencari tau... Anak-anak... mereka selalu saja tau, cara mudah lari dari masalah.. cara singkat membuat kesalahan, cara paling keras dalam berteriak, panik, bertindak cepat-cepat... egois, enggan berbagi dan merasa diri yang paling dinanti jangan tanyakan dari mana sumber rasa khawatir, atau kepala pusing tujuh keliling seperti halnya yang engkau juga tau.. mereka pun sebenarnya juga tau : merekalah penyebabnya! Pernah muncul tanya, apa saja sih yang mereka tau? heran dan geli memikirkannya.. karena bisa saja tiba-tiba : mereka muncul begitu saja.. entah dari mana, membawa beragam maca...

Selaksa Hikmah dari Mushola Mall

Bismillah... Pukul 14.45 Wita . Keluar dari rumah, dengan list pekerjaan tersimpan di kepala. Ashar hampir tiba, tapi kuputuskan keluar rumah lebih awal. Singgah sebentar ke salah satu Lembaga Training di kotaku, lalu mengarahkan kendaraan menuju pusat pembelajaan itu, dekat saja, hanya 5 menit dari rumahku. Adzan Ashar berkumandang ketika motorku berhenti di lampu merah. Indah, selalu, dan kusempatkan mencuri waktu do'a mustajab setelahnya. Setibanya di mall, tempat yang pertama kutuju ialah mushola lantai 2. Wudhuku masih terjaga, sehingga tak perlu ikut berwudhu di tempat perwudhuan umum, lagipula tempat wudhunya masih "bercampur". Bersegeralah aku menuju mushola mall tadi dan cukup terkejut juga,  ternyata sudah ada jamaah yang memulai sholatnya. Aku malu. Aku : muslimah, dan aku : masbuk, sore itu. Pukul 15.10 Wita. Sang imam, menjalani sholatnya dengan khusyuk, tekun, tuma'ninah dalam setiap geraknya, hingga bacaan salam. Aku yang masbuk, berdiri lagi sete...

Cinta : Jatuh Cinta, Bangun Cinta

Bismillah... Cinta, satu kosakata yang tiada habisnya jika dibicarakan. Dari dulu, bahkan mungkin hingga akhir zaman, cinta tak akan pernah selesai dibahas. Segalanya selalu tentang : cinta. Bahkan dalam hubungan hamba dengan RabbNya.. ada 3 alasan yang mendasarinya yaitu : cinta, takut, dan harap. Dan cinta adalah alasan tertinggi tersebut. Seperti perkataan Rabiatul Adawiyah dalam kisahnya : Seorang sufi wanita yang terkenal Rabiatul Adawiyah yang terkenal kisahnya : dia berlari membawa obor dan bejana berisi air lalu salah seorang sahabat bertanya “Ya kekasih Allah apakah yang hendak kau lakukan, dan apakah yang ada di kedua tanganmu itu”, lalu Rabiatul Adawiyah semoga Allah meninggikan derajatnya disisiNya, “aku membawa bejana berisi Air dan Obor”, lalu sahabat tertegun dan bingung dengan apa yang dibawa sang Sufi tersebut seraya bertanya”Wahai Rabiatul Adawiyah  hendak kau apakankah kedua benda tersebut” lalu sang sufi itu menjawab”Ketahuilah wahai sahabatku aku membaw...

Pergi

Pergilah, jika kepergianmu demi pengabdian dan dakwah.. Pergilah, atas nama cita-cita dan misi mulia.. Pergilah, karena hanya dengan kepergianmu.. urusan-urusan besar itu segera selesai... Pergilah, segera, jika itu menjagamu dari terjerumus fitnah.. Pergilah, carilah rizkinya dibelahan bumi Allah yang lain.. Pergi dan siapkan dirimu dan siapkan pengganti tugasmu Pergilah segera dan segeralah pula kembali,  ke sini.... *baitijannati

Tanya Kenapa : Menolak = Memilih

Terinspirasi oleh pembicaraan ringan dengan seorang ustadzah : "Ikhwan itu menang milih, Akhwat itu menang nolak!" Coba tebak, apa tanggapan sahabat kampusku, ketika pernyataan ustadzah itu aku replay ulang : "Nolak?! Ada yang milih aja sudah alhamdulillah... Satu aja.." Geli sekaligus miris : Iya ya.. Tapi menurut pendapatku..Akhwat itu juga berhak milik kok. sebagaimana ikhwan juga berhak nolak! *Nah lho Tentu, akhwat menang memilih Jika yang datang padanya ialah lelaki yang tidak jelas maksudnya.. tidak baik akhlaknya..tidak baik agamanya..tidak santun tutur katanya...tidak hormat pada orangtuanya.. Tentu, akhwat berhak memilih.. karena pilihannya menentukan masa depannya karena pilihannya merubah hidupnya.. karena yang dia pilih ialah lelaki yang akan menjadi imamnya, penentu ridhoNya.. ayah bagi anak-anaknya, teman dalam seperjuangannya, yang akan berbagi peran dengannya.. Tentu, dia tidak boleh sembarangan memilih.. Bagiku, kata "menolak...

masih gagal..

masih gagal mencintaimu T_T ukhti sayang..maaf.. imanku masih compang camping hari ini..

Cinta : Antara aku, kamu & amanah-amanah kita..

Hari ini aku ketemu kamu, ya engkau menemuiku di sekolah dengan setumpuk berkas yang memang menjadi amanahku.. kupandangi berkas itu lekat-lekat, ada beberapa lintasan pikiran muncul. Lintasan pikiran itu bernama rencana.... Pandanganku beralih padamu. Engkau sampaikan perkembangan terbaru, engkau berikan sedikit saran, lalu engkau meminta maaf atas sikapmu yang otoriter, engkau minta dipahami. Aku tau itu. Kutatap wajahmu lekat, tanpa ekspresi. Aku tebak, ada lelah di matamu, dan mungkin juga ada ragu. Meski tadi malam, sms cintamu masuk, tetap saja bagaikan ada dinding di antara kita masih kuat berdiri. Rasa itu belum sepenuhnya ada, masih hampa. Entahlah, aku tidak bisa bilang itu kesal, aku juga enggan berkata itu benci, karena rasa itu tidak sekejam itu. Aku hanya masih terikat suatu rasa : basa-basi.  Hampa, datar. Lidahku kelu, ingin meminta maaf juga tapi kata itu tidak keluar, tertahan di tenggorokanku. Aku tersenyum tetapi mungkin hampa. Kujabat erat tanganmu dan memi...

Mengenangnya (di dalam) dirimu..

Awal pertemuanku denganmu, jujur biasa saja. Hanya pernah berjumpa sekali dua kali, itu pun seingatku tanpa senyummu. Awalnya agak takut dan susah rasanya menebak orang seperti apa engkau. Dan ternyata perasaan tidak nyaman itu belum cukup. Dalam lisanmu tanpa sengaja pernah kudengar meluncur perkataan yang menurutku tidak 'ahsan', lebih-lebih karena yang engkau bicarakan itu ialah  salah satu sahabat qur'ani terbaikku. Kau katakan kau tak cocok dengannya, dan aku pun berhenti pada sikap 'diam' untukmu. Kemudian kita 'bertengkar' 1x, tepatnya berdebat, kita saling memotong pembicaraan dan aku pun kembali pada sikap 'diam'. Dan mungkin engkau belum tau :  diamku sering berarti marah. Seiring berjalan waktu, beberapa kali kita satu 'perahu', tapi tetap saja perasaan tak nyaman itu hinggap. Entahlah, selalu saja ada sikap dan katamu yang salah di mataku. Mungkin karena kesan pertama kita yang buruk, atau mungkin karena aku masih tak terima aka...

Kangen..

Hmm lama juga tak buka akun YM, sekali online ternyata aku lihat dia online. Wah.. Dia? ya, dia..akhwat idolaku, sahabat qur'ani, sahabat mujahidah ku, mantan teman satu lingkaran, mantan mas'ul, dia..salah satu sahabat yang menginspirasiku, saudara dalam ukhuwah, meski aku tak tau apakah aku se spesial itu dihatinya..tapi, tetap bagiku..dia..spesial... kuberanikan diri menyapa, aku tau dia sibuk, dan dia memang selalu sibuk, golongan darahnya A, dan dia sangat A sekali, hehehe sangat schedule, sangat disiplin, tegas dengan dirinya, komitmen dan tidak suka diganggu.. Hehehe berkebalikan sekali denganku, dia bilang padaku, anti tu golongan darahnya O ya.. Iya, jawabku dengan senyum PD seperti biasanya. "Huu..pantes katanya..golongan darah O itu dermawan". Tentu dia sedang meng-aminkan aku dan kepribadianku yang O sekali.. Ya, aku yang supel, ceria, ramah, suka becanda, flamboyan, suka ketawa ketiwi, suka lelet..*hal yang mungkin paling dia nggak suka dariku. Soal di...

ONe TH1nG th@T I Did N0T L1ke

one thing that i did not like... ^_^ senyum dulu... salah satu hal yang aku tak suka ialah.. sikap terlalu gampang memojokkan orang lain.. Hm hm hm... Ada yang pernah merasa dipojokkan? Atau merasa dimarahi karena kesalahan yang tidak dilakukannya? atau merasa tidak dimengerti keinginannya yang ditambah lagi dengan kejengkelan karena tuduhan-tuduhan yang sebenarnya nggak penting? Bukan hanya ga penting tapi juga ga benar, bahkan dengan membuat satu kesimpulan yang bener-bener SOK tahu! Huh... hmm..hmmm....mungkin anda semua sama seperti ku pernah merasakan hal tidak menyenangkan itu.. oya, tambahan point : sikap dasarku yang cenderung tertutup memang terkadang bisa membuat orang lain berpendapat ambigu.. Yup, i know it! aku bukan orang yang gampang dengan mudah nya menceritakan seluruh isi hati terutama jika merasa marah atau sedih.. I think..sudah sekian lama..sudah terlalu biasa..dua hal ini menjadi area privasi ku sendiri yang tidak suka dikotak katik orang lain.. Yup...

ngantuk

soo..sleepyy tonight.. Iseng-iseng cari bahan untuk menambah hapalan di internet .. ketemu.. ada seseornag yang memiliki pola menghapal seperti ini : Ba'da Shubuh sampai jam 7 = hafalan baru b. Setelah itu sampai Ashar kuliah/kerja. c. Ba'da Ashar sampai jam 17 persiapan muraja'ah. d. Ba'da maghrib setoran muraja'ah. e. Ba'da isya-21.00 mengulang lagi hafalan baru utk disetor besok shubuh. f. 21.00 - 00.00 (atau sampai 1.00,tergantung kondisi fisik) untuk hal2 kuliah/kerjaan ==>tugas,belajar,dsb. g. 00.00 atau 1.00 - 4.00 istirahat. Hmm..berani coba??

Nambah Donk!

.....nambah donk.... Hm..the topic of this month...target 10 hari 1 surah! HARUS bisa! bisa! boleh deh.. berawal dari MALU - malu sama akhwat lain yang hapalan nya udh jauh diatas ku.. - malu sama ustad yang minimal seminggu sekali dtg ke rumah - malu sama anak murid di skul..meski bukan guru tahfidz.. - malu pd ade mentis...mengaku dipanggil mentor, ustadzah...sudahkah diri semulia panggilan itu? - malu sama janji diri sendiri sejak awal tarbiyah.. - malu pada calon suami n calon anak2 ku kelak...katanya bermimpi memiliki anak hafidz hafizahah bagaimana bisa? jika ibunya saya AZZAMnya lemah seperti ini ..HIks! - malu pada "laki2 tinggi lansing berwajah cahaya" yang selalu dimimpikan...dikhayalkan akan membantu di yaumul akhir nanti... - Maluuuu pada ALLAH SWT..pastinya.. Hufhhh..sungguh ceroboh... bibir mengaku cinta...tapi hati belum sepenuhnya jatuh hati... Astagfirullah....ampuni aku ya ALLAH.. ALLAH mudahkan aku ya... target minggu ini : AL HAQQAH...ayo...

huffhh....

yup..huffhhh... boleh nda sekali2 bikin status negatif...x_X qeqeeqeqq...**kebutuhan apresiasi nih.. lama2 BT juga kalo begini.. mulai boring dengan temen2 yang pasti itu deh yg dibahas T_T tit!!! JADI PENGEN CEPET2 SEKOLAH...CEPAT2 SIBUK DG AKTIVITAS ... Supaya bisa terlupa dengan obrolan2 ngalur ngidul ga jelas gtu.. hiks.. Jujur....setengah IRI! setengah IRI! Boleh nda?? well, tau sih...exatcly ini bukan "IRI" yg dibenarkan... untuk apa iri untuk hal yang begitu? (tul..!!) tapi...hati menangis..heheh melankolis mode ON... untunglah kami jarang bertemu... jadi 1, 2, 3, 4, ....15x tahan kesabaran masih kuat keknya ^_^V harus kuat keh.. sabar... tak ingatkah engkau seperti kisah Yunus dalam perut NUn..?? AL QALAM tuh empat ayat terakhir dr belakang.. 68:48. Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). ...