Intermezzo : Dialog Dengan Cermin
Sebuah cermin berbicara pada figur di hadapannya. Sore itu, senja hampir saja pergi. Cermin : Hei siapa kamu? Figur : Aku adalah kamu, siapa lagi :) Cermin : Lalu, siapa kita? Figur : Abdullah, Abdi RabbNya... khilafatul fil ardh.. Figur tersenyum tulus. Wajahnya antusias, pupil di matanya membesar. Cermin : Begitu? Figur : Mengapa wajahmu muram begitu? Cermin : Sepertinya kita tidak sehebat itu, kok ya... Figur : Kalau gitu menurut kamu, kita itu siapa...? Cermin : Kamu benar pada satu hal, tapi masih kurang pada hal yang lain. Figur : Punya pendapat lain ? Si Figur bertanya, masih dengan senyum khasnya yang menyejukkan. Hening untuk sekian lama. Akhirnya, bayangan di cermin tersenyum seraya berkata pada Tuannya. Cermin : Andaikata tarbiyah tidak mengenal kita. Maka kita, hanya seonggok daging berjalan yang tak kenal Rabb-Nya. Andaikan hidayah itu lewat begitu saja, tanpa kesungguhan kita. Maka kecil sekali...