Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisiku

Surat Untuk Ibu

Bismillah... Ibu, surat ini untuk Ibu Meski aku tau ibu tak terlalu suka membaca Meski aku tau bagi ibu, bukti nyata itu lebih penting daripada puitisasi atas cinta Aku : putri kecil ibu dan dalam tubuhku ada darah ibu. Ibu, maaf karena aku masih suka membuat ibu marah Maaf karena aku masih saja baru maghrib tiba di rumah Maaf karena waktu akhir pekanku jarang dihabiskan bersama Ibu. Maaf karena aku tau Ibu tidak suka dan juga lelah Maaf jika aku suka lupa pesan Ibu Sering tidak pulang tepat waktu Tidak mendengar panggilan telepon atau SMS dari Ibu, Lalai dalam pekerjaan-pekerjaan rumahku Maaf Ibu, aku sering membuat Ibu khawatir. Memberi Ibu masalah yang membuat kepala menjadi pusing Aku tak ingin seperti gadis remaja lain, Ibu.. Kujaga diriku betul-betul, dan kupastikan Ibu takkan malu karena kelakuanku Maaf juga karena aku masih saja suka begadang, Tidur larut, lalu bangun dengan kepala hanyut dan mata bengkak karena mengantuk Maa...

Untukmu Gaza (Aku menangis)

Gambar
Bismillahirrohmannirrahim.. Untukmu Gaza (Aku Menangis) By : Ika Agustina Dimuat dalam antologi FLP  PELANGI SURGA Untukmu Gaza, aku menangis Menangis sedih, gusar bercampur marah Ketika roket-roket israel itu menghantammu, Ketika bom asap putih, memenuhi langitmu Betapa sesaknya dadamu, betapa sulitnya nafasmu Ya, Gaza.. Aku tau itu… Untukmu Gaza, aku menangis Ketika peluru-peluru, pesawat-pesawat tempur, dan tank-tank tak bertanggung jawab itu… Menembaki sekujur tubuhmu.. Memburu degup jantungmu, meluluhlantahkan sendimu Engkau berteriak, Gaza! Mengerang kesakitan.. Ya, aku tau! Karena putra-putri bangsamu terdzholimi, Terjajah di negeri nenek moyangnya sendiri Untukmu Gaza, aku menangis Menangisi sholat malamku yang jarang khusyuk Hanya satu dua hari berbanjirkan air mata Sementara engkau di sana, Gaza… Tahajudmu bukan dengan air mata, tapi dengan darah para syuhada! Untukmu Gaza, aku menangis Menangisi hapalanku yang belum jua selesai Sementara engkau di sana, Gaza… Anak-anak ...

Binaan itu seperti peniti

Binaan itu seperti peniti.. Apa jadinya pakai jilbab tanpa pakai peniti? Ga enak, risih, ga rapi, ga sempurna hijabnya... Bertanyalah pada mereka penggemar jilbab segi empat betapa berartinya sebuah peniti.. bayangkan saja : jika tidak ada peniti.. bagaimana bisa sebuah kain segi empat menjadi penutup aurat yang sempurna... tanyakan pada mereka, bagaimana tidak nyamannya.. jika tiba-tiba peniti-peniti itu lepas, atau hilang entah kemana.. karena salah pasang, lupa menaruh, atau usianya yang sudah tua... sehingga kaitannya tidak lagi mengait sempurna.. Untuk sebuah jilbab "minimal" saja.. terkadang kita butuh minimal 3 peniti, bahkan lebih.. semakin banyak peniti yang digunakan..semakin rapi jilbabnya.. bahkan banyak dari kita tak jarang menyediakan peniti cadangan.. sebagai senjata rahasia..suatu saat bisa saja berguna... Peniti zaman sekarang..bermacam-macam modelnya... ada yang kecil mungil, ada yang besar sederhana.. ada yang biasa...

Teman Terbaik itu..

Bismillah... Teman terbaik di kala sepi itu, adalah buku tempatmu bertanya banyak tentang ilmu, yang sabar dan tekun mengajari segala sesuatu yang selalu bisa memberi tau, tanpa terkesan sok tau.. Teman terbaik di kala susah itu, adalah Qur'an... yang indahnya mengalun, menembus ruang-ruang hati terdalam.. yang menjadi petunjuk dan penyejuk hati-hati yang bimbang ia bukan syair ,ia bukan sihir, tapi ia adalah Kalam mulia bagi semesta alam.. Teman terbaik di kala kesal itu, adalah jalan... jalan-jalan sepi, berliku, berbukit... lalu engkau lewati dengan motor, sepeda atau kaki-kaki yang marah.. dengan tafakkur, menyusuri tiap jejaknya hingga puas pada penghujungnnya.. Teman terbaik di kala lelah itu, adalah puisi.. tempatmu merangkai kata, ekpresi serta cerita diskusi satu arah yang mengalir begitu saja dan biarkan mereka menyukainya, tanpa tau jalan cerita sebenarnya Teman terbaik di kala pusing itu, adalah es krim yang sejuk, dingin dan harus ...

Aku Ingin

Bismillah... ukhti aku ingin.. mengarungi jalannya juang bersamamu.. ukhti aku ingin...kau gandeng tanganku menuju tangga-tangga surga itu.. ukhti aku ingin...meniru pengorbananmu..dengan segala  harubirunya.. ukhti aku ingin...bersamamu, berdiskusi, belajar, saling menjaga.. ukhti aku...aku... aku rasa, aku tak puas.. hanya sekedar membaca kisah dalam blogmu, hanya sekedar menyimpan puisimu, membaca berulang taujihmu, menyimpan email balasanmu yang selalu saya berhasil membuatku : bersemangat! ukhti..aku..aku... aku rindu..seperti rindu bumi pada hujan.. seperti rindunya bulan pada bintang... seperti rindunya angin bertemu, berhembus, pada daun-daun nyiur di pinggir pantai... ukhti, betapa inginku.. mengejar amalmu yang semakin jauh.. meniru amalmu, amal yang dicintaiNya.. ingin sepertimu, bidadari bumi, pemilik mahkota kemuliaan.. ukhti...aku berdoa semoga bisa istiqomah sepertimu! aku mencintaimu, sungguh! karena mengenangmu, mengingatmu.. selalu menginga...

Aku dan waktu

bismillah.. detik-detik berlalu, menit, jam, hari, bulan, tahun... duhai waktu  cepatnya engkau berlalu meninggalkan kami.. begitu cepat, seperti desingan peluru yang bertebaran di langit intifadha gaza... melesat, jauh, tak terduga.. meninggalkan luka, darah, air mata dan do'a-do'a panjang dari mereka yang terdzolimi haknya... atas nama zionisme, atas misi : "tanah yang dijanjikan"!! duhai waktu.. kami disini, juga sedang menghadapimu.. bertarung dalam detik-detik yang mungkin penuh hina, cela, maksiat, dan sia-sia.. berlalu begitu saja.. tanpa bekas, tanpa prestasi, atau bahkan sekedar konsistensi memperbaiki diri.. yang ada hanya luapan semangat, membara, berapi-api, lalu malamnya kembali larut dengan kesibukan duniawi.. yang ada hanya ide-ide cemerlang, penuh sesak di kepala, banjir oleh provokasi dan teknologi.. namun hanya sementara, dua-tiga hari, seminggu, bulan-bulan kemudian, menguap! entah kemana.. aku, disini duduk menghapal sepotong ay...

Finally, after 12 years

Bismillah... Berawal dari sebuah SMS di malam hari : "Mba ika ikut, ya". Wew, berdegup jantungku lebih cepat. Hmm..boleh juga... pikirku, malam itu. Setelah coba lobi-lobi dan mencocokkan waktu, akhirnya ijin berangkat didapat juga Well , setengah tak menyangka? Beneran kah, aku...? Esoknya, memang sengaja tidak hadir tepat waktu mengulur waktu, mencari alasan.. akhirnya tetap saja ketika tak jua ku temukan.. tiada pilihan, selain tetap memulai perjalanan.. perjalanan panjang, sendirian, lebih jauh dari rute sebelumnya.. tempat asing, tak dikenal, sembari hati dan logika masih saja saling bertanya "Apa iya kamu benar-benar akan kesini?" "Bagaimana kalau kita pulang saja, sudah siang.." Syukurlah, laju kendaran tak terhenti.. tetap saja membawaku lebih dekat, menuju tempat ditagihnya janji Tiada pilihan, yang dijanjikan telah terbentang indah di hadapan.. mau kembali ke belakang? mau berlalu pulang? bisa saja.. tapi mau menghindar sam...

Anak-anak (Mereka Selalu Tau)

Bismillah... Anak-anak... mereka selalu saja tau... cara terbaik membuat kelas mereka berantakan, cara paling praktis di seluruh alam : meletakkan barang sembarangan! mereka juga sering mahir melupakan sesuatu, atau mungkin berlagak lupa sesuatu.. meski terkadang memang benar-benar tidak tau... atau tidak menyadari kalau dia tidak tau.. lebih parah lagi, jika mereka enggan mencari tau... Anak-anak... mereka selalu saja tau, cara mudah lari dari masalah.. cara singkat membuat kesalahan, cara paling keras dalam berteriak, panik, bertindak cepat-cepat... egois, enggan berbagi dan merasa diri yang paling dinanti jangan tanyakan dari mana sumber rasa khawatir, atau kepala pusing tujuh keliling seperti halnya yang engkau juga tau.. mereka pun sebenarnya juga tau : merekalah penyebabnya! Pernah muncul tanya, apa saja sih yang mereka tau? heran dan geli memikirkannya.. karena bisa saja tiba-tiba : mereka muncul begitu saja.. entah dari mana, membawa beragam maca...

........... (Inspirasi Perjusami)

Aku pikir, aku suka.. aroma rerumputan basah karena hujan.. saat-saat dimana ragaku rebah pada tanah Aku pikir, aku suka..  saat aku menatap langit, malam itu... walaupun ia mendung, tanpa bulan, tanpa bintang.. Aku suka, ketika di saat-saat seperti ini Kami menjadi begitu : dekat. Hening, dan hatiku mulai berdialog banyak padaNya.. tentang cerita, hikmah, kemudahan, pengalaman... juga tentang ujian, titik nadir, harapan dan kesulitan.. Aku pun teringat atas semua kebaikanNya yang tak dapat dihitung manusia. Semua penjagaannya dan juga ujiannya atas : kita Ya, kita : yang kisahnya telah ditulis Yang penaNya telah diangkat dan tinta pun telah mengering... Irhamna, Ya Allah.. Ampuni kelalaian dan kegalauan yang tidak pantas ini.. Engkau Maha Tau, sedang kami tidak mengetahui.. Beri petunjuk dan hidayahMu pada kami...   **** "Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik..."  "Dan adapun orang-orang y...

Pergi

Pergilah, jika kepergianmu demi pengabdian dan dakwah.. Pergilah, atas nama cita-cita dan misi mulia.. Pergilah, karena hanya dengan kepergianmu.. urusan-urusan besar itu segera selesai... Pergilah, segera, jika itu menjagamu dari terjerumus fitnah.. Pergilah, carilah rizkinya dibelahan bumi Allah yang lain.. Pergi dan siapkan dirimu dan siapkan pengganti tugasmu Pergilah segera dan segeralah pula kembali,  ke sini.... *baitijannati

Akan selalu ada : CINTA

Cinta itu : hidup! Peduli, bermanfaat, berbagi dan membahagiakan.. Selalu ada cara untuk bisa mengupayakan cinta... Akan selalu ada cinta dalam lingkaran cahaya mingguan kita.. Akan selalu ada cinta yang bersemi dalam mimpi dan cita-cita mulia... Akan selalu ada cinta yang bisa kita bagi, setiap hari dengan mereka yang mencintai atau tidak mencintai kita.. Akan selalu ada cinta dalam rumah dan perabot kita yang sederhana. Akan selalu ada cinta  walau kita masih mengejanya, pelan..sulit...lama.. Akan selalu ada cinta dalam jalan yang berliku, badai yang menderu.. Akan selalu ada cinta jika sabar dan keimanan telah tumbuh bersamanya.. Yakinlah! Akan selalu ada cinta.. jika kita memang mau mengupayakannya... dan biarkan barakah itu menjelma... walau sesak memenuhi dada, walau air mata jatuh : menitik-nitik... berjuang di dunia, berharap pertemuan di surga! Duhai cinta, aku masih mengupayakannya.. terkadang dengan merangkak, lalai, penuh alpa... terkadang juga dengan marah, memaksa, ...

Itu dulu : Aku!

Ya, itu dulu aku.. yang meneriakkan namamu dari atas bukit.. Dengan nada tinggi yang riang.. Dengan suara-suara kekaguman... Dan tatapan rindu yang teramat sangat untukmu.. Semua yang melihatku ketika itu, tentu akan tau.. Aku rindu, takdirku berada bersamamu... Tadinya, aku pikir itu hanya asa biasa saja.. aku pun tak pernah memaksakan kehendakku akanmu bahkan nyaris aku melupakanmu... bagiku, kamu hanya istana megah dalam dimensi lain duniaku tapi siapa menduga, ternyata suara itu menggema.. Alam menyimpannya, dan ternyata mereka tidak lupa.. pada sebongkah asaku untukmu Sebuah asa, yang bahkan hampir tanpa ikhtiarku 2 tahun yang lalu, asa kecil itu menjadi nyata aku tak perlu lagi meneriakkan namamu dari atas bukit.. karena sekarang aku tepat berada di jantung peradabanmu.. sampai hari ini. Karenanya.. ketika berjibaku bersamamu sering membuatku lelah.. ketika  mengharumkan namamu ternyata tidak sesederhana pikir-ku.. ketika engkau ternyata tidak se...

Sajak Tentang Perempuan

Perempuan itu.. keluar pagi hari kadang bermotor sendiri, terkadang pula diantar sang suami bekerja pagi, membuka kunci, menyiapkan peralatan.. Terkadang ada banyak yang harus diselesaikan.. melayani beragam permintaan pelanggan.. mulai hanya sekedar percetakan, pengeditan hingga pengetikan sungguh selalu ada kesulitan setelah kemudahan.. karena tulus, ikhlas, dan senyuman sudah menjadi kebiasaan.. Perempuan itu.. sibuk sendirian.. di pojok kantornya yang lenggang.. ditata, digunting, dihias, diberi warna dan sedikit bunga, dicetak lembar demi lembar disusunnya rapi.. Murid kecilnya dengan polos menanyakan : "Untuk apa Ustadzah?" Senyum tulusnya mengembang.. "Untuk dijilid", jawabnya tanpa meninggalkan pekerjaan  Lincah gerakannya, tanda kerjaan ini sudah menjadi kebiasaan Perempuan itu, baru datang... Senyumnya riang, dengan plastik fotokopian dalam gengaman.. Tas punggungnya tidak pernah ringan.. Belum lama jaraknya dari parkiran, Anak-anak r...

Do'a Istimewa

Ya Allah.. berikan kekuatan kepadanya untuk bisa menjaga.. matanya, pikirannya, hatinya, lisannya, gerak langkahnya dari maksiat dan zina. Ya Allah.. jaga dia..lapangkanlah rezekinya, ajarkan  tanggungjawab kepadanya.. Latih dia, agar siap menerima amanah dari Mu agar siap menjadi nahkoda terbaik dalam pelayaran kami kelak.. Selamatkan dia dari fitnah, godaan wanita, harta dan jeratan hawa nafsu.. Ya Allah.. jaga dia dengan tarbiyahMu.. jaga dia dan bantu dia agar semakin dekat denganMu.. Belajar mengenalMu, memahami segala ilmu dan hikmah dari Mu.. Sukses menghadapi segala ujian dari Mu.. Ya Allah.. jaga dia dalam setiap aktivitasnya.. Semoga di lisannya selalu ada, dzikir, tasbih, tahmid, tahlil, takbir.. Tidak lalai tilawah, tidak lupa sholat dhuha, menjaga wudhu, selalu berupaya sholat tepat waktu dan menjaga tahajud kepadaMu.. Ya Allah.. jaga dia dengan puasa senin-kamis.. Dengan maisyah yang halal, berkah dan melimpah.. Kabulkanlah do'anya..cintailah dia..luas...