Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Cerpen : Menunggu

“Saya tertarik tawaran mengikuti promosi pekerjaan itu”, paparnya.  Suaranya terdengar antusias. “Kesempatan yang bagus, pengalaman baru, tempatnya masih asri meskipun terpencil”. “Dan gajinya lumayan, lima juta rupiah sebulan, semua kebutuhan ditanggung oleh perusahaan”, urainya. Tanpa melihat wajahnya pun,aku tau senyum optimis sedang mengembang di wajahnya. Ada getaran aneh berdesir di hatiku. Perasaan tidak enak. “Ya, apalagi dengan syarat harus lulus kuliah terlebih dahulu dan tidak boleh menikah selama 2 tahun”, sambar kakakku. Jleg! Jantungku seakan berdetak satu kali. Tidak boleh menikah?, Bagus..lanjutkan saja!. Rasanya ingin kulemparkan teko di hadapanku ini, tepat di wajahnya. “Lalu?” kuberanikan diri bertanya. Lirih, pelan, aku bahkan tak yakin dia bisa mendengarnya. “Ya, saya tertarik!”, katanya lugas. Bibirku urung mengucap, sebuah kata tanya berhenti di pangkal tenggorokanku. Lalu, bagaimana dengan kita?, batinku. “Kamu mau menunggu dia selama 2 tahun?...

Pra Klimaks - Jingga dan Bunga

...................... Jingga menghela nafas panjang, terpaku.. Berat rasanya memberikan jawaban ini. Jawaban yang mungkin bisa menyakiti pria yang kini berdiri di hadapannya, dan bahkan jauh di lubuk hatinya Jingga sangat terluka mengatakan ini. Farhat berdiri tegak, menunggu. Tanpa ia sadari, di sebelahnya, jantung Dhani berdegub tak kalah kencangnya. "...Maaf.. tapi..saya.. belum siap menukar setengah agama saya dengan rusaknya ukhuwah saya dengan Bunga.." . Sekuat mungkin Jingga menahan getaran dalam nada suaranya. "Saya akan menikah, segera! Jika tidak dengan antum, mungkin dengan orang lain. Antum boleh memilih Bunga, atau akhwat lain. Tapi tolong jangan pilih saya", tandasnya. Hening. Farhat tersenyum tipis. Semakin kusadari bahwa selama ini aku telah memilih wanita yang tepat, batinnya. Dhani membuang nafas, lega. Tentu dengan gerakan yang sangat hati-hati. Diliriknya Farhat, heran, bagaimana mungkin di saat genting seperti ini Farhat masih bisa t...

just another episod - Jingga dan Bunga